Pera atau Pulen
Anyoenghaseo…meet
again with buddy…by the way tadi menu hidangan breakfast kalian apa nih
? sate ? rendang ? ayam goreng ? bubur ayam ? wuah…jadi laper again deh. Buddy ini tadi makan nasi goreng loh. Oh ya, berhubung lagi bahas nasi goreng.
Kalian tahu gak sih kenapa kalian atau ibu kalian suka bikin nasi gorengnya
pakai nasi yang agak keras kalau bahasa jawa nya sih “pero”. Kalian pernah
tanya kenapa gak pakai nasi yang biasa kalau bahasa jawa nya “pulen”. Hayo pada
tahu gak tuh alasannya yang logis ??? yuk cari tahu alasannya …
Sebelum
membahas lebih lanjut, sebenarnya itu beras dimasak baru menjadi nasi. Nah,
proses dalam memasaknya itu yang menjadikan nasi itu pera atau lengket. So,
jangan sampai tertukar ya. Nasi goreng
biasanya dimasak memakai kecap disertai bahan tambahan (telur goreng, ayam
goreng.dll) dan bumbu-bumbu (bawang putih, merica,bawang merah).
Nasi
pera dan nasi pulen itu bedanya ada di kandungannya yaitu pati (terdapat
amilosa dan amilopektin ) yang jadi sumber energi. Nasi pulen mengandung
sekitar 20% kadar amilopektin sehingga nasi menjadi lengket / lembek. Dalam
penyajiannya, beras yang menjadi nasi pulen saat di masak akan menyerap airnya
sedikit.
Sedangkan. Nasi pera memiliki kandungan
lebih dari 20% kadar amilosa seehingga nasi akan lebih keras saat dimasak. Dalam
penyajiannya, beras yang menjadi nasi pulen yang keras lebih membutuhkan banyak
air daripada beras yang menjadi nasi pulen. Karena itulah nasi pera lebih mudah
dicerna daripada nasi pulen. Dan kandungan air yang terdapat di nasi pera
membuat kalian lebih cepat kenyang. Ketika kalian memakan nasi pera dengan
takaran sedikit akan membuat gula dalam darah lebih terkontrol. (Profesor
Dokter Nuri Andarwulan, Direktur dari SEAFAST )
Sebagian besar orang Indonesia lebih
suka makan nasi yang pulen karena lebih lembut saat dimakan. Tetapi, ketika membuat
nasi goreng buddy menyarankan untuk memakai nasi yang pera. Masak nasi
goreng harus menggunakan suhu api tinggi. Nah, kalau pakai nasi pera maka
proses peresapan bumbunya lebih cepat masaknya pun tidak akan lama. Namun, jika
pakai nasi pulen proses peresapannya akan lama dan cepat gosong.
Gimana udah lumayan paham atau
tambah bingung ? ya harus paham dong hhe… kalau belum paham boleh cari
referensi ke yang lain dan kalian bias share ke buddy.okay
Tidak ada komentar:
Posting Komentar