Rabu, 13 Maret 2019


Pera atau Pulen


Anyoenghaseo…meet again with buddy…by the way tadi menu hidangan breakfast kalian apa nih ? sate ? rendang ? ayam goreng ? bubur ayam ? wuah…jadi laper again deh. Buddy ini tadi makan nasi goreng loh. Oh ya, berhubung lagi bahas nasi goreng. Kalian tahu gak sih kenapa kalian atau ibu kalian suka bikin nasi gorengnya pakai nasi yang agak keras kalau bahasa jawa nya sih “pero”. Kalian pernah tanya kenapa gak pakai nasi yang biasa kalau bahasa jawa nya “pulen”. Hayo pada tahu gak tuh alasannya yang logis ??? yuk cari tahu alasannya …
Sebelum membahas lebih lanjut, sebenarnya itu beras dimasak baru menjadi nasi. Nah, proses dalam memasaknya itu yang menjadikan nasi itu pera atau lengket. So, jangan sampai tertukar ya.  Nasi goreng biasanya dimasak memakai kecap disertai bahan tambahan (telur goreng, ayam goreng.dll) dan bumbu-bumbu (bawang putih, merica,bawang merah).
Nasi pera dan nasi pulen itu bedanya ada di kandungannya yaitu pati (terdapat amilosa dan amilopektin ) yang jadi sumber energi. Nasi pulen mengandung sekitar 20% kadar amilopektin sehingga nasi menjadi lengket / lembek. Dalam penyajiannya, beras yang menjadi nasi pulen saat di masak akan menyerap airnya sedikit.
            Sedangkan. Nasi pera memiliki kandungan lebih dari 20% kadar amilosa seehingga nasi akan lebih keras saat dimasak. Dalam penyajiannya, beras yang menjadi nasi pulen yang keras lebih membutuhkan banyak air daripada beras yang menjadi nasi pulen. Karena itulah nasi pera lebih mudah dicerna daripada nasi pulen. Dan kandungan air yang terdapat di nasi pera membuat kalian lebih cepat kenyang. Ketika kalian memakan nasi pera dengan takaran sedikit akan membuat gula dalam darah lebih terkontrol. (Profesor Dokter Nuri Andarwulan, Direktur dari SEAFAST )
            Sebagian besar orang Indonesia lebih suka makan nasi yang pulen karena lebih lembut saat dimakan. Tetapi, ketika membuat nasi goreng buddy menyarankan untuk memakai nasi yang pera. Masak nasi goreng harus menggunakan suhu api tinggi. Nah, kalau pakai nasi pera maka proses peresapan bumbunya lebih cepat masaknya pun tidak akan lama. Namun, jika pakai nasi pulen proses peresapannya akan lama dan cepat gosong.
            Gimana udah lumayan paham atau tambah bingung ? ya harus paham dong hhe… kalau belum paham boleh cari referensi ke yang lain dan kalian bias share ke buddy.okay

Tidak ada komentar:

Posting Komentar